Sabtu (16/11) kemarin, Yayasan Seasoldier Prajurit Laut (Seasoldier) bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggelar program Bersihkan Warungku dan bersih pantai yang diselenggarakan serentak di 30 warung dan 6 pantai di 14 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk Provinsi Bali sendiri, Seasoldier dan PT HM Sampoerna menggelar program Bersihkan Warungku di Pantai Desa Adat Seminyak, Badung, dengan melibatkan 100 orang peserta.

Seasoldier dan Sampoerna bersiap sebelum acara dimulai

Riset Analisis Arus Limbah tahun 2017 yang dipaparkan lembaga Sustainable Waste Indonesia mengungkapkan bahwa 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Oleh karena ituah, program ini merupakan bentuk aksi nyata para pegiat lingkungan yang tergabung dalam organisasi Seasoldier dengan pelaku industri dalam menanggapi pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang kondisi Indonesia yang sedang darurat sampah plastik.

Pasalnya, permasalahan sampah di Indonesia dapat ditanggulangi bukan hanya melalui sosialisasi untuk membuang sampah pada tempatnya saja. Melainkan juga peru diadakannya upaya perbaikan dalam aspek sistem pengelolaannya.

Tidak hanya itu, sebagai kampanye pelestarian lingkungan, program Bersihkan Warungku bertujuan untuk melakukan edukasi pemilahan dan daur ulang sampah kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pedagang maupun pengunjung warung dan pantai.

“Era sekarang, kan era-nya kolaborasi, karena sudah harus bergeser nih, dari sekedar memberikan awareness lalu menjadikannya impactful. Dengan menaruh tanggung jawab kepada semua pihak, artinya semua memiliki peran. Semoga berjalan dengan baik, sebisa mungkin kita mengemasnya dengan ringan dan fun,” jelas Dinni, selaku co-founder Seasoldier.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan mengatakan bahwa upaya melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab setiap orang.

“Upaya kami dalam melestarikan lingkungan diwujudkan melalui program peningkatan kesadaran masyarakat agar bertanggung jawab atas sampah,” ujarnya.

Ervin menambahkan bahwa komitmen ini merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap pemerintah dalam mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sebab, menurut dia, keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, termasuk pihak swasta, pegiat lingkungan, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Seasoldier dan Sampoerna saat memilah sampah

Di sisi lain, program Bersihkan Warungku ini sejalan dengan kampanye Saya Aja Bisa dan Puntung itu Sampah yang diperkenalkan Sampoerna sejak 2013 di bawah payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia. Kampanye tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak negatif yang timbul dari sampah pasca-konsumen, melalui upaya membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, termasuk puntung rokok. Selain sosialisasi, Sampoerna juga turut membagikan asbak portable secara khusus kepada perokok dewasa untuk menyimpan sampah puntung jika belum menemukan tempat pembuangan yang sesuai.

Rangkaian program Bersihkan Warungku dan bersih pantai kali ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan bagi para pemilik warung dan masyarakat untuk memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Setelah itu, warung-warung tersebut akan difasilitasi tempat sampah terpilah sebagai langkah awal. Dalam kerja sama ini, Seasoldier dan Sampoerna berkolaborasi dengan bank sampah setempat untuk menampung sampah yang telah dipilah agar kembali memiliki nilai ekonomis.

Seperti yang dikutip dari suaradewata.com, selama bulan November 2019, Seasoldier dan Sampoerna akan melakukan roadshow kegiatan bersih pantai di Kawasan Pantai Marunda Jakarta, Pantai Nambangan Perak Surabaya, Pantai Seminyak Bali, Pantai Ampenan Lombok, Pantai Grand Watu Dodol Bangsring Banyuwangi, serta Pantai Sialang Buah Medan. Kegiatan bersih pantai tersebut terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mengambil peran dan belajar memilah sampah.

“Menurut saya kerjasama ini baik sekali, sebuah komitmen juga karena ada 30 warung di 14 kota yang akan menjadi contoh. Terkadang hal yang kecil dan sederhana, sulit untuk terlihat. Namun, sesuatu yang kecil jika dilakukan bersama-sama pasti akan menghasilkan perubahan,” jelas Nadine Chandrawinata selaku Founder dari Seasoldier.