Ketua Panitia Suksma Bali, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa Rabu (4/9) mengatakan melalui program Suksma Bali dengan  kegiatan “world cleanup day” pelaku pariwisata Bali mengedukasi masyarakat untuk turut serta dalam mewujudkan Bali bersih.

Darma berharap kegiatan ini dapat menciptakan kebersamaan yang Iebih kuat sesama warga Bali dan masyarakat yang berdomisili di Bali dari berbagai elemen.  Baik itu pemerintah, masyarakat biasa atau pelaku pariwisata demi terwujudnya Bali Bersih.

Dia menjelaskan suksma Bali sendiri adalah manifestasi refleksi dukungan masyarakat kepada budaya Bali. Dengan memberikan edukasi melalui aksi world cleanup day, masyarakat memiliki budaya hidup bersih dan lingkungan bebas dari sampah plastik.

Dalam kegiatan world cleanup day 2019, Darma mengajak seluruh komponen masyarakat guna membersihkan sungai dan pantai. Dia juga akan melibatkan pengusaha dan pemandu rafting. Sementara itu, anak-anak sekolah selain diarahkan ikut membersihkan pantai dan sungai, mereka juga diarahkan untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Kegiatan bersih-bersih sampah ini juga diikuti dengan edukasi masyarakat di tingkat rumah tangga. Sebab, menurut dia sampah plastik di tingkat rumah tangga merupakan bagian sumber sampah plastik yang harus diperhatikan.

“Seluruh stakeholder pariwisata dan non pariwisata mendukung penuh dan  berpartisipasi dalam kegiatan “world cleanup day” pada 21 September 2019 mendatang. Ini sebagai wujud berterima kasih kepada alam/suksma palemahan” kata Darma.

Lebih lanjut, Darma menjelaskan bahwa dalam teknis pelaksanaan di lapangan, kegiatan bersih-bersih ini bekerjasama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM dan masyarakat lokal. Selain itu, kegiatan bersih-bersih akan dilakukan bersamaan di 9 kabupaten/kota se-Bali.

“Dengan gerakan suksma Bali yang berkesinambungan diharapkan tercipta destinasi Bali yang makin berkualitas dan berkelanjutan,” tambah dia.

Sebagai informasi tambahan, dalam kegiatan world cleanup day 2018, para pelaku pariwisata bersama masyarakat berhasil mengumpulkan kurang lebih 13.784 kg sampah organik dan 8.714 kg sampah plastik. Kegiatan bersih-bersih dalam “world cleanup day” tahun lalu juga bekerja sama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM dan masyarakat lokal.