Saat ini, menjaga keharmonisan skala dan niskala alam Bali yang berasaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali sudah menjadi program strategis dari Pemerintah Provinsi Bali. Gerakan ini tidak sebatas slogan saja, namun telah dijabarkan dengan rencana aksi, edukasi serta sosialisasi yang matang.

Seperti yang dilansir dari laman Bali Post, Gubernur Koster menegaskan dalam urusan energi, misalnya. Dia memastikan hanya investasi yang menggunakan bahan bakar gas dan energi alternatif terbarukan yang dijadikan rujukan.

“Saya telah meminta semua pihak yang bergerak di bidang energi untuk melakukan pengelolaan investasinya dengan bahan energi terbarukan. Semua pihak harus bergerak menyelamatkan alam Bali dan menjaga keseimbangan ekosistemnya,” tegas Gubernur Koster.

Lebih lanjut, dia mengatakan secara khusus pihaknya telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan PLN untuk mewujudkan Bali Bersih. Tujuan dari penjabaran komitmen ini adalah kesamaan visi dan misi untuk menjaga Bali.

Gubernur Koster juga memaparkan kalau programnya kini menjadi perhatian oleh banyak pihak. Bahkan, gerakan menjaga kualitas alam, udara, hingga pembatasan penggunaan plastik sekali pakai kini diapresiasi oleh pemerintah pusat.

“Di Bali, gerakan menjaga bumi dan keharmonisan ekosistemnya telah bergulir. Apresiasi dan dukungan juga sudah terbangun,” ujar dia.

Untuk itu, dalam konteks pola pembangunan satu jalur, yang berorientasi pada Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana untuk menuju Bali Era Baru, Gubernur Koster sangat berharap ada dukungan dari berbagai komponen, termasuk dari kalangan pengusaha.  

Selain itu, Gubernur Koster berkomitmen bahwa gerakan Bali Bersih ini juga memberikan ruang pada pemanfaatan produk yang lebih ramah lingkungan dengan menciptakan koordinasi dan kolaborasi setara antar-kabupaten/kota. Sinergi dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari penanganan infrastruktur, kebudayaan, ekonomi, kesehatan publik, hingga inovasi dan teknologi.

Dia menjelaskan upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis inovasi dan teknologi menjadi salah satu masa depan perekonomian Bali. Dalam upaya mendukung sektor industri tersebut, pihaknya berharap para pengusaha menggunakan produk yang ramah lingkungan dan para produsen melakukan pendekatan yang adaptif dengan lingkungan.

“Saya mendukung adanya produk-produk ramah lingkungan yang berdampak pada terjaganya kualitas udara dan sanitasi lingkungan. Untuk itulah inovasi berbasis teknologi harus dilakukan,” jelas Gubernur Koster.

Dia berkata produk-produk inovatif ini bisa dilakukan oleh semua pihak, seperti industri pertanian, kerajinan tangan, hingga produk tembakau alternatif yang kini sedang berkembang pesat di Bali. Menurut Gubernur Koster, dilihat dari potensinya, produk tembakau alternatif sendiri bisa menjadi salah satu solusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat

“Saya mendukung hadirnya produk-produk yang ramah bagi lingkungan dan berpihak pada terjaganya kualitas udara. Untuk itulah saya berharap para pengusaha untuk mendukung gerakan Bali Bersih yang kini menjadi salah satu konsen pemerintah Provinsi Bali,” tutup dia.