Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, turut memengaruhi minat masyarakat terhadap produk kerajinan yang lebih ramah lingkungan. Sejak pergub itu diterbitkan, masyarakat pun berbondong-bondong beralih dari kantong plastik ke alternatif lain.

Salah satunya  dengan menggunakan tas yang diolah dari limbah kertas karton dan kertas koran alias paper bag. Seperti yang dilakukan oleh Luh Wiriadi. Perajin asal Desa Anturan ini sudah beberapa waktu terakhir menggeluti usaha menjadi seorang perajin paper bag.

Menurut Wiriadi, begitu sapaan akrabnya, limbah kertas sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai tas belanja. Oleh karena itulah, untuk membuat produk paper bag-nya, dia memanfaatkan limbah kertas dari koran maupun karton bekas.  

Wiriadi memanfaatkan limbah kertas yang ada di sekitar lingkungannya. Selain itu, dia juga memanfaatkan tali kupas yang diperoleh dari kebunnya.

“Semuanya ini bahan ramah lingkungan. Kertas ini juga kandulunya dianggap limbah. Paling-paling dijual ke rombengan. Saya manfaatkan jadi paper bag. Talinya saya pakai tali kupas, tinggal ambil di kebun saja beres,” ujar Wiriadi.

Melalui brand bernama usaha Luh Buleleng, dia bersama adiknya Agus Adnyana, memasarkan paper bag tersebut. Meski bentuknya sederhana rupanya minat masyarakat cukup besar. Produk yang dipasarkan lewat pasar online pun dengan mudah diserap. Bahkan, kerajinan tas berbahan dasar kertas ini makin diminati.

“Tadinya saya kan coba-coba saja. Ukurannya juga terbatas. Sekarang sudah lebih banyak. Ukurannya juga bermacam-macam. Kebanyakan itu untuk wadah aksesoris,” jelas dia.

Lebih lanjut Wiriadi berkata jika paper bag itu cukup tangguh digunakan untuk membungkus sejumlah benda. Dia mengakali dengan mengunakan kertas karton, agar tas lebih kuat dan lebih aman. Untuk sebuah paper bag, dijual dengan harga relatif murah. Hanya Rp 1.500 per buah.

“Paling tidak ada nilai tambah. Bukan hanya sekadar dijual ke rongsokan. Tapi bisa untuk produk yang berguna juga,” tambah Wiriadi.