I Nengah Suarta merupakan seorang PNS di lingkungan Pemkab Tabanan sekaligus pengurus Bank Sampah Cemara Pangkung yang sudah berjalan sejak tahun 2012. Sejak saat itu, dia sudah aktif mengkampanyekan bahaya sampah plastik dan bagaimana cara mengatasinya. ,

Dia mengaku sangat gembira ketika pemerintah akhirnya memulai untuk memerangi sampah plastik dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018.

“Kami dari 2012 sudah ada ini (bank sampah). Nah, saat ini kami bersyukur sudah ada 25 pelanggan tetap yang menabung sampah di sini. Itupun hanya orang yang peduli tentang lingkungan khususnya sampah,” ucap Nengah Suarta.

Selain aktif di Bank Sampah, saat ini, dia juga sedang mencoba belajar mengolah sampah plastik menjadi minyak dengan bantuan sebuah alat. Alat tersebut merupakan pemberian dari seseorang yang disebutnya bernama Dimas asal Jakarta.

Dia diminta untuk mengolah sampah plastik yang telah dikumpulkan sekaligus memberi edukasi tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Selain sampah plastik, dia juga memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk cair yang berguna untuk menyuburkan tanaman dengan cara organik.

“Pupuk cair ini dapat digunakan segala jenis tanamam. Saya gunakan untuk tanaman anggrek pupuk cair tersebut,” katanya.

Dia menyebutkan jika olahan sampah plastik menjadi minyak ini bisa digunakan pada beberapa jenis kendaraan bermotor.

“Saya mencoba mesin ini dan sudah mampu mendaur ulang sampah plastik menjadi minyak,” tutur dia.

Dia menjelaskan bahwa cara kerja mesin tersebut tidak begitu sulit. Pertama-tama, sampah plastik kering dengan  berbagai bentuk dimasukkan ke dalam mesin pengolahan. Kemudian, dengan waktu pembakaran sekitar 4 jam lebih dengan panas apai pembarakan 350 derajat sampai 400 derajat akan menghasil liter minyak sesuai dengan sampah yang dimasukan.

“Minyak ini menyerupai minyak tanah. Jika kita memasukan sekitar 10 kilogram sampah plastik, maka mampu menghasilkan minyak sekitar 10 liter. Dari hasil uji lab yang dilakukan pemilik alat, minyak ini bisa digunakan di kendaraan seperti Vespa,” jelasnya.

Dia berharap, dengan adanya mesin ini nantinya akan ada banyak orang yang lebih peduli terhadap lingkungan dan ada seseorang yang akan menyempurnakan mesin pengolah sampah plastik.

“Harapan kami hanya ingin masyarakat sadar akan lingkungan, minimal lingkungan sendiri dulu dengan memilah sampah organik dengan anorganik. Kemudian juga, kedepannya semoga ada seseorang yang akan memaksimalkan cara kerja dari alat pengolah sampah plastik ini sehingga minyak yang dihasilkan mungkin bisa digunakan untuk kendaran,” harap dia.