Taman Kanak-kanak (TK) RA An Nur Denpasar pada Jumat (16/8) lalu, menggelar pawai untuk memperingati HUT  ke-74 Kemerdekaan RI. Uniknya, sebanyak 99 siswa TK berpawai dengan menggunakan busana berbahan sampah daur ulang yang merupakan desain dari orangtua mereka sendiri. Berbagai motif pakaian yang dipakai oleh para siswa siswa berasal dari bahan plastik, kardus bekas, bahkan karung beras yang disulap jadi busana menarik.

Kepala sekolah TK RA An Nur Denpasar, Dian Ayu Sri Wahyuni, Senin (19/8) mengaku jika pawai seperti ini memang pertama kalinya digelar oleh TK RA An Nur dari sejak berdiri pada tahun 2011. Dia mengatakan bahwa pawai ini sebagai bentuk pembelajaran siswa untuk selalu ingat terhadap Hari Kemerdekaan negaranya sendiri. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga ingin mengenalkan lingkungan yang sekaligus mengajarkan mereka untuk menjaga lingkungan.

Menurut Sri Wahyuni, mengajarkan para siswa unuk menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan sekolah terlebih dahulu. Baru kemudia bisa diterapkan di lingkungan mereka sendiri. Maka dari itu, pihak sekolah mengadakan pawai tersebut di lingkungan mereka sendiri dengan rute start dari sekolah di Jalan Diponegoro-Jalan Serma Made Oka-Jalan Serma Made Pil-Jalan Serma Tirta dan kembali ke Jalan Diponegoro untuk kembali ke sekolah dengan memakai busana daur ulang.

Sri Wahyuni juga mengatakan penggunaan busana daur ulang juga tidak hanya sekedar untuk pawai, melainkan memberikan edukasi kepada siswa sejak dini pentingnya menjaga lingkungan sekitar mereka. Bahwa selama ini, sampah yang dibuang sembarangan terutama sampah plastik juga bisa diolah tanpa harus dibuang dan mengotori lingkungan mereka.

“Ini pertama kalinya, kami harap hal positif ini agar bisa dikembangkan kembali untuk kepedulian terhadap lingkungan agar lebih baik dalam mengurangi sampah di Denpasar. Selain itu juga kami ingin memberikan pelajaran kepada anak-anak pentingnya pengolahan sampah tanpa harus dibuang dan tentunya kami juga mendukung program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik,” ungkap dia.

Sri Wahyuni menjelaskan untuk pawai ini sendiri, pihak sekolah melibatkan sebanyak 99 siswa dan 10 guru serta orangtua siswa yang mendampingi mereka saat berjalan keliling lingkungan sekolah. Siswa yang terlibat yakni seluruh siswa yang ada di TK RA An Nur, dari TK nol besar sebanyak 77 siswa dan nol kecil 22 siswa.

Dia berharap, ke depannya pihak sekolah bisa terus melaksanakan langkah positif yang dapat memberikan pengetahuan kepada siswa sejak dini dan pawai yang saat ini sudah berjalan untuk pertama kalinya bisa dijadikan sebagai acuan kegiatan untuk ke depannya.

“Ini pertama kalinya dan kami ingin hal ini dapat berkesinambungan. Setiap tahunnya kami akan terus melaksanakan pawai sepeti ini,” tutup dia.