Pameran industri dan kerajinan atau yang lebih dikenal dengan nama Inkra) telah digelar pada Minggu (11/8) hingga Selasa (20/8) lalu. Acara yang juga merupakan serangkaian HUT ke-124 Kota Negara dan berkerjasama dengan pihak Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, serta Perdagangan (Koperindag) Jembrana ini memberlakukan larangan peserta menyediakan tas kresek atau kantong plastik.

Tidak hanya itu, masing-masing peserta yang mengikuti pameran diimbau untuk membuat papan nama dilengkapi tulisan aksara Bali, termasuk mengenakan busana adat Bali.

Kadis Koperindag Jembrana I Komang Agus Adinata menjelaskan bahwa larangan menyediakan tas kresek ini menindaklanjuti instruksi Bupati Jembrana I Putu Artha, berkenaan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Begitu juga dengan papan nama dengan aksara Bali dan berbusana adat Bali yang merupakan implementasi Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Adinata mengklaim sejumlah ketentuan ini sudah disosialisasikan kepada para peserta saat technical meeting pada Sabtu (10/8).

 “Nanti kami tekankan lagi, dan kami masukkan ke tatib (tata tertib). Harapan kami, nanti peserta bisa mengikuti ketentuan itu, terutama agar tidak menyediakan kantong plastik atau kresek. Jadi, untuk pengunjung pameran kami harapkan juga ikut mendukung dengan membawa tas sendiri,” ujar dia.