Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi Perda Jembrana Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Perda ini sendiri mengatur sanksi terhadap warga yang membuang sampah sembarangan.

Sementara, sanksi mengenai pelanggaran membuang sampah sembarangan itu diatur pada Pasal 49. Sanksinya berupa pidana maksimal 3 bulan kurungan atau denda maksimal Rp 500.000,-. Selain larangan membuang sampah sembarang, dalam Perda itu diatur sejumlah larangan lain. Di antaranya adalah larangan membakar sampah plastik, larangan membakar sampah di tempat yang dapat menimbulkan polusi atau mengganggu lingkungan, larangan menggunakan lahan untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir, larangan melakukan penanganan sampah secara terbuka (open dumping), dan larangan memasukkan sampah ke dalam wilayah kabupaten tanpa izin bupati.

Sebelum sanksi benar-benar diberlakukan, Satpol PP dan Dinas LH menggelar lomba kebersihan antar-desa/kelurahan. Lomba kebersihan antar lingkungan di Gilimanuk yang diselenggarakan pada Jumat (19/7) lalu itu telah dinilai tim dari Pemkab Jembrana.

TIM Dinas LH Jembrana bersama jajaran Satpol PP Jembrana melakukan penilaian lomba kebersihan di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya | Nusa Bali

Lingkungan yang dinilai paling bersih akan diberikan reward berupa trofi, piagam, dan bendera putih sebagai tanda wilayah terbersih. Sedangkan lingkungan yang terkotor akan diberikan bendera hitam.

“Untuk pemenang lomba, akan diumumkan pada Jumat (26/7). Wilayah lingkungan yang belum maksimal kebersihannya, akan diberikan bendera hitam,” ungkap Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma.

Tarma mengatakan bahwa setelah lomba di internal Kelurahan Gilimanuk, secara bertahap akan diadakan pula lomba serupa antar desa/kelurahan di tingkat kecamatan dan selanjutnya tingkat kabupaten. Lomba ini akan dijadikan pemetaan terhadap lokasi-lokasi pembuangan sampah sembarangan yang nantinya akan diatensi Satpol PP terkait penerapan sanksi.

Di samping itu, Dinas LH Jembrana juga akan memasang plang yang berisi tentang sanksi membuang sampah sembarangan di sejumlah lokasi. Khususnya, di lokasi-lokasi yang biasa dijadikan tempat membuang sampah sembarangan.

“Nanti kalau sudah disosialisasikan ke seluruh desa/kelurahan, akan segera kami berlakukan sanksinya itu. Jadi kalau tertangkap orang membuang sampah sembarang, bisa kami proses,” tegas dia.