Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, Angkasa Pura I menggandeng sejumlah seniman untuk membangkitkan kesadaran akan bahaya sampah plastik melalui karya seni. Hasilnya karya seni tersebut berupa diorama ombak yang ditampilkan di area Duty Free Shop (DFS) Terminal Keberangkatan Internasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kecamatan Kuta, Badung.

Diharapkan, dengan adanya karya seni yang dibuat menggunakan 3.500 botol plastik bekas ini wisatawan bisa memahami dan mengurangi penggunaan sampah plastik di Pulau Dewata.

I Arie Ahsanurrohim, Communication and Legal Section Manager Angkasa Pura menjelaskan karya seni megah berupa diorama ombak ini merupakan hasil karya kolaborasi seniman lokal Bali, yaitu Marmar dan Monez. Mereka menggambarkan ombak lautan Bali yang menjadi buruan para surfer dunia. Namun, belakangan laut tercemari oleh sampah plastik. Karena hal itulah, mereka membuat diorama dengan menggunakan botol plastik.

“Dengan menghadirkan karya seni megah yang dibuat dari sampah plastik, bisa mengajak pengguna jasa bandara untuk lebih sadar lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ucap Arie.

Arie mengatakan karya megah ini akan ditampilkan selama beberapa pekan ke depan. Dengan demikian, para wisatawan yang berbelanja di area tersebut bisa melihat dan mengambil manfaat dari pesan yang terkandung dalam karya seni itu.

Selain menggandeng seniman, Angkasa Pura  I juga menggandeng pemerhati lingkungan dari komunitas bye-bye plastic bags. Dengan adanya sinergitas ini, pihak Angkasa Pura I berharap ada kesinambungan dan konsisten dalam mengkampanyekan pengurangan plastik.

Di sisi lain, Marmar, sang seniman yang mengarap karya itu menyatakan karya seni ini dibuat dari 3.500 botol plastik yang diambil dari bank sampah dan lokasi lainnya. Dalam mengarap karya seni itu, dia serta rekannya Monez, membutuhkan waktu empat bulan dan untuk mengerjakan karya seni itu, dia menggunakan mesin dinamo pada bagian dasarnya.

“Bali dikenal dengan destinasi surfing dengan ombaknya yang indah. Tapi pada kenyataannya di Bali lautnya sudah mulai tercemar. Tentu pesannya adalah menjaga laut kita,” ucap dia.