Jumat (23/8) pagi, ratusan pelajar menggunakan pakaian olahraga memenuhi Pantai Segara Ayu, Sanur, Denpasar . Setelah mendengarkan pengarahan sebentar, ratusan pelajar tersebut langsung bergegas untuk memunguti sampah di sepanjang bibir pantai yang setiap harinya ramai dikunjungi wisatawan ini.

Ratusan pelajar tersebut berasal dari sekolah yang ada di kawasan Sanur. Pukul 07.00 WITA, mereka mulai memunguti sampah. Mulai dari sampah plastik, sampah organik, puntung rokok, kertas, kaleng, botol hingga sampah kain.

Dalam kegiatan bersih-bersih ini, para pelajar tidak sendiri dalam melakukan aksi membersihkan pantai di sejumlah titik di kawasan Sanur. Mereka bersama warga, pelaku industri pariwisata, dan sejumlah pegiat lingkungan lainnya. Meski terpaut perbedaan usia, mereka semua tetap bersemangat melakukan kegiatan bersih dan membaur dengan relawan lainnnya. Aksi bersih pantai ini sendiri digelar sebagai bagian rangkaian kegiatan Sanur Village Festival 2019.

“Ada sekitar 1.200 relawan yang terlibat dalam aksi bersih pantai kali ini. Sebagian besar adalah kalangan pelajar dan pekerja pariwisata. Ada juga warga dan instansi pemerintahan yang ikut bergabung,” kata I Wayan Parka selaku tim Sanur Village Festival 2019.

Menurut Parka, kawasan Sanur merupakan salah satu ikon wisata yang cukup banyak didatangi wisatawan saat di Bali harus selalu dijaga kebersihan dan keindahannya.  Sehingga, menjaga kebersihan dan keindahan pantai di Sanur menjadi tanggung jawab semua pihak. Semuanya harus dilibatkan, bukan cuma kewajiban petugas kebersihan saja.

Dia juga menjelasakan pelibatan ratusan pelajar dalam aksi bersih ini adalah untuk membangun kepedulian pada generasi mendatang terhadap kebersihan dan keindahan pantai sebagai aset di kawasan Sanur. Sejumlah titik pantai di kawasan Sanur menjadi lokasi aksi bersih ini, di antaranya Pantai Mertasari, Pantai Matahari Terbit, Pantai Sindhu, dan Pantai Segara Ayu.