Pekan Olahraga Provinsi atau yang lebih dikenal dengan Porprov Bali 2019 akan digelar sebentar lagi, lebih tepatnya pada 9 September mendatang. Selain rapat-rapat teknis, KONI Tabanan sebagai tuan rumah sudah melakukan berbagai persiapan.

Ketua KONI Tabanan, Dewa Gede Ary Wirawan ingin memberikan sesuatu yang berbeda pada Porprov yang mengambil tema Sport Tourism and Culture. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan sampah plastik.

 “Atlet kita semua wajib membawa tumbler atau tempat minuman sendiri. Nanti airnya kita siapkan galon,” kata Ary Wirawan.

Dia pun menghimbau kepada kontingen yang lain untuk melakukan hal yang sama. Meski sifatnya imbauan, tapi dia berharap hal ini bisa menekan penggunaan sampah plastik. 

Selain itu, pihaknya akan menyiapkan volunteer kebersihan di setiap venue Porprov.  Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk menjaga kebersihan lokasi Porprov. Apalagi tema yang diusung adalah sport tourism.

“Bila perlu kita libatkan anak-anak sebagai volunteer untuk merubah kebiasaan para penonton,” tutur Ary Wirawan.

Mengenai konsep sport tourism dalam Porprov Bali 2019, Ary Wirawan menyebut beberapa venue nanti akan memperkenalkan tempat-tempat wisata di Tabanan. Salah satunya adalah cabang olahraga (Cabor) balap sepeda. Cabor ini akan digelar di Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan. Dipilihnya Banjar Pinge karena lokasinya berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.

“Kami memanfaatkan desa-desa yang ada di Tabanan untuk venue. Ini sesuai dengan moto kami sport tourism and culture yang mengedepankan olahraga, budaya dan wisata,” jelas Ary Wirawan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Porprov Bali XIV tahun 2019 mengusung  tema Sport, Tourism, and Culture. Hal itu juga muncul dalam logo yang menampilkan ilustrasi Candi Margarana yang melambangkan kepahlawanan rakyat Tabanan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan tanah air. Sedangkan sapi Bali yang diberi nama Siteng menjadi maskot dari Porprov 2019. Nama Siteng sendiri memilki makna kuat dan juga bisa berarti Si Banteng.