Ahmad Arif, Direktur Operasional PT WIKA Industri Manufaktur, bahwa dalam waktu dekat pihaknya sebagai perusahaan motor listrik Gesits Indonesia berharap bisa mengirim unit produksinya ke Bali. Jatah 11.400 unit ini sendiri adalah uji coba untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar Bali terhadap motor listrik ini.

Arif mengungkapkan melalui acara “Techno Corner Pameran Pembangunan Provinsi Bali, Art Centre” pada Sabtu (17/8) lalu, sejumlah respon positif didapatkan mulai dari test ride hingga SPK. Menurut dia masyarakat Bali mulai melirik motor listrik.

”Kami sangat berbangga atas sambutan positif Gubernur Bali terhadap motor listrik ini. Semoga dalam waktu dekat kami berharap bisa mengirimkan motor gesits ini pada pasar Bali,” ujar Arif.

Dilansir dari laman Tribun Bali mengenai perkembangan terbaru pembangunan pabrik yang rencananya akan dipusatkan di Jembrana ini, kata Arif masih dalam tahap kajian Feasibility Study (FS).

”Belum bisa dipastikan kapan. Saya kira masih butuh waktu lama kalau untuk membangun pabrik perakitannya di sini,” ungkap dia.

Arif menjelaskan banyak hal yang membedakan Gesits dengan motor listrik lain yang sudah beredar di pasaran. Mulai dari jenis baterai, daya motor, daya kecepatan maksimum bahkan memiliki fitur futuristik reverse alias atret. Motor listrik Gesits secara ekonomis memiliki biaya operasional yang lebih murah dari motor biasa karena tidak perlu mengeluarkan biaya service bulanan dan nyaman dikendarai karena minim getaran dan responsive.

Lebih lanjut, Arif mengatakan bahwa konsumsi biaya operasional sebesar Rp 35 per km. Hal ini sangat jauh di bawah motor bensin yang mengkonsumsi biaya sebesar Rp 197 per km di kelas yang sama.

Selisih biaya operasional ini dapat digunakan untuk penggantian baterai berikutnya pada tahun kedua, walaupun life cycle baterai ini dapat bertahan selama lebih dari tiga tahun (dengan catatan digunakan setiap hari sejauh 50Km). Baterai motor GESITS juga dapat digunakan untuk sumber energi listrik cadangan. Jika lampu yang digunakan sebesar 20 w, maka baterai motor GESITS dapat digunakan selama 72 Jam.

”Satu unit motor listrik ini kita bandrol dengan harga Rp 25 Juta, kami turun kan dari harga semula yang mencapai Rp 35 jutaan,” tutup dia.

Di sisi lain, Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan sinyal positif kehadiran motor listrik ini, bahkan diharapkan bisa membuka pabrik perakitan di Bali. Koster menganggap hadirnya motor listrik ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Lokal Bali, yakni menjaga kesucian alam Bali. Koster berpendapat bahwa motor listrik ini tak hanya ramah lingkungan, tapi bisa mengurangi polusi, baik polusi udara dan juga bahan bakar fosil.