Sanur Village Festival tahun ini kembali digelar. Kegiatan ini akan berlangsung pada 21 hingga 25 Agustus 2019 mendatang dan semua akan fokus di satu lokasi, yaitu Pantai Sanur. Ada banyak keseruan yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Termasuk di antaranya adalah sederet makanan lezat yang tersaji di sana.

I Wayan Koster selaku Gubernur Bali mengungkapkan Sanur Village Festival (SVF) sudah memasuki tahun ke-14. Di antara acara-acara yang menggembirakan, akan ada Fiesta Kuliner. Berbagai vendor hadir untuk menjual makanan, mulai dari jalanan hingga menu-menu hotel dan restoran bintang 5.

“Akan ada bazaar makanan lezat, serta pertunjukan seni dan budaya tradisional. Termasuk sendratari kolosal atau balet tradisional Bali,” ungkap Koster.

Pesta seni kontemporer juga akan dihadirkan dalam acara ini. Mulai dari seni lukis tubuh, pameran seni dan fotografi, ukiran buah, dan masih banyak lagi. Bahkan, panitia juga akan mengelar Lomba Pariwisata Olahraga. Mencakup lari maraton, futsal, tenis, golf, selancar, memancing, dan kapal tradisional.

“Tak kalah seru, yaitu Festival Layang-layang Internasional. Masyarakat bisa menikmati keindahan layang-layang dengan bergabai bentuk, ukuran dan warna. Biasanya, peserta lokal akan menampilkan layang-layang tradisional khas Bali. Namun, peserta dari daerah lain atau dari mancanegara akan punya banyak kreasi menarik yang sayang dilewatkan,” ujar Koster.

Yang tidak kalah menariknya, SVF tahun ini pun akan menyoroti aksi lingkungan. Seperti penanaman karang, pelepasan bayi penyu atau tukik ke laut, pembersihan pantai, penanaman bakau, dan kegiatan pendidikan kesadaran lingkungan lain. Termasuk kampanye hidup hijau yang melibatkan penduduk lokal dan wisatawan.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS),  Ida Bagus Sidharta mengatakan SVF 2019 akan mengusung tema Darmaning Gesing. Tema ini secara harfiah dapat diartikan sebagai kewajiban berbuat baik terhadap bambu. Pasalnya, bambu merupakan jenis tanaman yang paling banyak digunakan masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari.

“Bambu juga mengandung unsur penting bagi kehidupan masyarakat di Bali. Baik dari spiritual, membuat layang-layang, dan lain-lain. Hampir di setiap upacara keagamaan, bambu parti digunakan,” jelas dia.

Sidharta menambahkan bambu memiliki filosofi yang kuat dan mendalam bagi masyarakat Bali. Keunggulan bambu dibanding tanam lain, menjadi spirit dan semboyan hidup bagi masyarakat Bali.

Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan SVF adalah acara komunitas yang didirikan oleh YPS. Acara ini sendiri menggabungkan kegiatan berskala besar yang melibatkan festival makanan, pameran ekonomi kreatif, serangkaian kontes dan kompetisi, atraksi seni dan budaya, musik, serta berbagai kegiatan ramah lingkungan.

“Sejauh ini, SVF terus menampilkan keragaman budaya dalam berbagai program yang dijalankan. Dengan Duta Seni dan Budaya dari seluruh kepulauan Indonesia, menunjukkan bahwa Sanur memiliki komunitas yang inklusif dan terbuka untuk semua,” tegas dia.