Akademi Hijau dan Mess Free melakukakan sosialisasi terkait sampah ke anak-anak SD Negeri 3 Benoa. Ini adalah program rutin yang dilakukan untuk membudayakan pengelolaan sampah sejak usia dini. Pasalnya, Tanjung Benoa sendiri adalah kawasan yang di sekelilingnya dikitari oleh lautan.

Yang menarik dari sosialisasi ini adalah anak-anak diajak mengenali masalah yang ada di lingkungan mereka. Seperti yang diungkapkan oehPutu Bagas, salah satu siswa yang duduk di bangku kelas enam SD. Dia mengatakan sangat sedih melihat hewan di laut tubuhnya terikat oleh plastik, seperti plastik atau tas kresek.

“Kura-kura itu pasti tidak bisa bergerak, tidak bisa bermain seperti kita disini, kasian mereka, saya tidak akan buang sampah sembarangan”, ujar Bagas.

Selain itu, dalam kesempatan ini, anak-anak juga diajak untuk belajar cara memanfaatkan sampah yang ada disekitarnya dengan metode ecobrik, yaitu memasukan sampah plastik kedalam botol untuk digunakan sebagai bahan membuat bangunan dari plastik bekas.

Nadya Christina, salah satu tim dari Akademi Hijau mengungkapkan bahwa dirinya dan tim memang memiliki program untuk pergi ke sekolah-sekolah yang ada di Bali dengan membawa misi mencengah dan mengurangi jumlah sampah. Nadya menjelaskan alasan mengapa anak-anak SD yang dipilih adalah karena mereka masih sangat polos, namun sudah bisa menerima dengan baik apa yang disampaikan.

“Anak bagaikan kertas putih, apa yang kita tulis, maka itu yang akan tepancar. Sehingga saat ini kami sedang menuliskan kebaikan pada diri mereka”, kata dia.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah SD N 3 Benoa, menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan maupun pengurangan plastik.

“Penanggulan sampah disekolah sangat penting. Jika lingkungan bersih, anak-anak nyaman berada disekolah”, tutur dia.

Terkait Pergub mengenai pembatasan penggunaan plastik, pihak sekolah telah menyisipkan himbauan kepada anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya, serta dapat memilah sampah, mana yang organik dan non organik dan mengedukasi segala hal terkait dengan sampah.

“Syukurnya anak-anak disini, anak yang pandai dan mau mematuhi apa yang diarahkan oleh gurunya”, tutup dia.