Perayaan Idul Adha 1440 H, yang berlangsung Minggu (11/8) kemarin juga dilakukan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Gedung Serbaguna LDII Provinsi Bali. Dalam kesempatan tersebut, ratusan hewan dikurbankan untuk umat Islam yang berhak memperolehnya.

Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Bali, H. Hardilan yang didampingi Sekretaris DPW LDII Bali, Agus Purmadi, mengaku jika dalam perayaan kali ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pihaknya turut mengikuti imbauan untuk meminimalkan penggunaan plastik, daging kurban yang dibagikan dikemas dalam besek.

“Sesuai imbauan dan adanya Pergub No. 97 untuk mengurangi timbulan sampah plastik, Idul Adha tahun ini tidak menggunakan wadah plastik. Kami menggunakan besek yang didalamnya diisi daging kurban dengan dibungkus daun pisang” ujar dia.

Besek yang didalamnya diisi daun pisang itu digunakan sebagai wadah daging kurban. Kemudian besek diikat dengan janur sehingga menimbulkan kesan tradisional. Total ada 112 ekor sapi dan 325 ekor kambing dikurbankan. Dari total kurban sebanyak 437 ekor itu, lanjutnya, dijadikan 10.000 bungkus daging.

H. Hardilan mengatakan pembagiannya dilakukan di 7 kabupaten se-Bali, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Karangasem, Buleleng, Tabanan, dan Jembrana. PAC LDII di masing-masing kelurahan mendata siapa saja yang berhak memperoleh daging kemudian nantinya PAC LDII akan mendistribusikannya sesuai dengan hasil pendataan dan tentunya cara ini lebih tepat sasaran dan efisien.

Lebih lanjut, dia berkata bahwa pemberian daging kurban tidak hanya untuk umat Islam tapi juga semua lapisan masyarakat sekitar. Di sini lah cerminan umat Islam untuk menjaga kerukunan dengan umat beragama lainnya.

Upaya menjaga kerukunan umat beragama ini juga dilakukan dengan melibatkan aparat keamanan pecalang Br. Buana Desa, Babinsa dan Babinkamtibnas Padangsambian, aparat kepolisian serta Desa Pekraman Padangsambian dengan Bendesanya, AA Suira.