Saat ini, keberadaan kantong plastik atau jenis plastik lainnya sudah sulit terurai di tanah. Hal ini disebabkan karena rantai karbonnya yang panjang sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mendukung gerakan Indonesia bersih 1 Juta Tumbler dan Senam Janger Emas. Acara ini sendiri sudah di Pantai Matahari Terbit Sanur, Bali, pada Kamis (1/8) lalu.

“Kami mendukung dan mengapresiasi gerakan tersebut. Sebab kegiatan ini sangat bagus untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Karena sampah plastik sangat berdampak kurang baik terhadap lingkungan,” ujar Rai Mantra seperti yang dilansir dari laman Balipost.

Menurut Rai Mantra keberadaan kantong plastik atau jenis plastik lainnya sulit terurai di tanah. Sebab, rantai karbonnya yang panjang, sehingga membuatnya sulit diurai oleh mikroorganisme. Bahkan kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian.

Untuk mengurangi kantong plastik di Kota Denpasar, Rai Mantra berharap bisa turut serta dalam menyosialisasikan bahaya sampah plastik di pasar tradisional dan meminta agar pedagang di seluruh pasar tradisional di Denpasar juga diberikan botol minuman (tumbler).

Untuk menyukseskan kegiatan ini, lanjut dia, pemberian tumbler agar secara keseluruhan diberikan kepada masyarakat di Kota Denpasar. Jika hanya sebagian-sebagian di setiap daerah maka kegiatan itu tidak akan terlihat keberhasilannya.

“Dengan langkah tersebut diharapkan dapat pengurangan penggunaan kantong plastik bisa dilakukan,” tutur dia.

Di sisi lain, Ketua Panitia Senam Janger Emas dan Gerakan Indonesia Bersih “1 Juta Tumbler” sekaligus Wakil Direktur Pasca Sarjana Undiknas, Dr. Anak Agung Ngurah Tini Rusmini Gorda mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membekali masyarakat konten edukatif dan kreatif terkait lingkungan hidup.

Tini Gorda juga menjelaskan program yang berlangsung di Kota Denpasar ini dilaksanakan secara sinergi oleh empat organisasi yang sangat peduli pada bahaya sampah plastik, yakni BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Bali, Undiknas Denpasar, Perdiknas Denpasar dan Relawan GK (Galang Kemajuan) Ladies Provinsi Bali.

“Denpasar yang pertama di Indonesia melaksanakan Gerakan ‘1 Juta Tumbler’. Kami ingin jadi eksekutor program nasional dan kami sinergikan dengan berbagai pihak,” kata dia.

Tini Gorda berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata dan totalitas terhadap upaya pengurangan sampah plastik dan kebijakan pemerintah daerah. Yakni Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik sekali Pakai serta Peraturan Wali Kota Denpasar (Perwali) Nomor 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang resmi berlaku sejak 1 Januari 2019.

Selain edukasi penggunaan tumbler dan upaya lainnya untuk pengurangan sampah plastik, sebanyak 400 orang peserta pendaftar pertama akan mendapatkan tumbler gratis dari Kemenkominfo. Di lokasi acara panitia juga menyediakan tempat air minum bagi peserta acara untuk diisikan ke dalam tumblernya. Bagi peserta lainnya juga diharapkan membawa tumbler sendiri ke acara ini.

“Untuk 400 orang pertama yang dapat tumbler ini akan kami jadikan duta “Gerakan 1 Juta Tumbler” di Bali dalam upaya pengurangan sampah plastik,”  tambah Tini Gorda.