Putri Suastini Koster selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali mengajak kaum ibu untuk turut serta memerangi sampah plastik mulai dari lingkungan rumah tangga. Sebab, keberadaan sampah plastik aorganik di Pulau Dewata kini sudah dalam taraf mengkhawatirkan sehingga membutuhkan penanganan yang serius dan komprehensif.

“Sosialisasi sudah sering, sekarang kami juga sedang merumuskan teknis pengelolaan sampah plastik di masing-masing rumah tangga,” kata Putri Koster, begitu sapaan akrabnya.

Menurut Putri Koster, keberadaan sampah plastik di Pulau Dewata kini sudah dalam taraf mengkhawatirkan sehingga membutuhkan penanganan yang serius dan komprehensif. Sehingga, sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, maka Tim Penggerak PKK Provinsi Bali memiliki kepedulian tinggi melanjutkan program pemerintah dalam memerangi sampah plastik.

Dia melihat ancaman sampah plastik yang paling tinggi berawal dari rumah tangga. Oleh karena itu, untuk mendukung program yang sedang digencarkan Gubernur Bali Wayan Koster itu, Putri Koster akan selalu turun bersama Tim Penggerak PKK se-kabupaten untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya laten sampah plastik.

Terkait kunjungan, Putri Koster ini, Desa Tajun, merupakan desa kelima di Kabupaten Buleleng yang dikunjunginya langsung untuk mensinkronkan 10 program pokok PKK di tengah masyarakat. Salah satu program adalah gerakan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINya) PKK.

Putri Koster mengatakan halaman rumah mestinya tidak hanya menjadi nyaman dan asri. Namun, juga memberi manfaat bagi anggota keluarga dengan ditanami berbagai tanaman bermanfaat, seperti di halaman Parahyangan yang bisa ditanami tanaman bunga-bungaan, sedang di halaman dekat dapur bisa ditanami sayur mayur dan bumbu masak.

“Halaman rumah hendaknya kita atur layaknya taman, namun memberi manfaat. Kita tanami dengan tanaman bermanfaat. Di samping rumah menjadi asri, kita juga bisa menghemat uang dapur,” ucap Putri Koster.

Sementara itu, ditengah peninjauan rombongan PKK Provinsi Bali, Perbekel Desa Tajun Gede Ardana menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki tempat pengolahan sampah terpadu yang dikelola oleh masyarakat desa sendiri.

“Sampah-sampah itu kami beli dari limbah rumah tangga di mana para ibu-ibu ini sudah mengklasifikasikan jenis sampahnya. Jadi ketika kami ambil tinggal diolah saja menjadi pupuk,” ungkap Ardana.

Selanjutnya, pupuk yang dihasilkan dijual kembali kepada masyarakat sebagai pupuk organik perkebunan, mengingat sebagian besar masyarakat Tajun masih berprofesi sebagai petani.

Lebih lanjut, Ardana menjelaskan semenjak melakukan kolaborasi dengan ibu-ibu PKK terhadap pengelolaan sampah, ternyata memberikan dampak positif bagi Desa Tajun. Di antaranya adalah memberikan pemasukan bagi desa dengan penjualan pupuk serta penghasilan pada rumah tangga dengan menjual sampahnya, mengedukasi masyarakat terkait bagaimana cara mengelola sampah serta membuat lingkungan Tajun menjadi bersih, indah dan asri.

Ardana berharap kolaborasi ini akan tetap terjaga, terlebih dengan program Hatinya PKK yang sangat memberikan dampak positif terhadap kehidupan rumah tangga.