Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat untuk terus mengampanyekan dampak plastik bagi lingkungan. Salah satunya, seperti kegiatan sosiasilisasi kolaborasi antara Komunitas Akademi Hijau yang diadakan oleh Act Global, bertempat di Rumah Pintar, Denpasar dalam acara Wave and Sustainable, Festival of Social Intrepreneurship.

Muhamad Manaf selaku koordinator Akademi Hijau menjelaskan pentingnya memperkenalkan masalah lingkungan kepada anak-anak agar mereka paham dengan masalah yang ada serta dapat mengetahui solusinya.

“Sekarang ini banyak yang berbicara tentang plastik dan sampah, tanpa memberi solusi konkrit dari permasalahan tersebut”, ujar Manaf.

Menurut Manaf, akademi hijau hadir untuk memberi edukasi kepada anak-anak seperti untuk menangani permasalahan sampah kertas. Di antaranya kertas bisa didaur ulang dan dijadikan sebagai goody bag.

Cara untuk mendaur ulang kertas di Akademi Hijau pun sangat mudah dilakukan. Tahap pertama, diawali dengan memotong kertas menjadi ukuran yang lebih kecil. Kemudian, kertas diblender dengan mencampurkan air secukupnya. Setelah kertas hancur, dicampurkan kedalam air yang berada didalam wadah berbentuk kotak dan diaduk. Cetakan yang digunakan sesuai ukuran kertas A4.

Tahap terakhir, mengeringkan kertas yang telah dicetak dibawah sinar matahari. Jika mataharinya terik, pengeringan cukup hanya setengah hari saja.

Sebagai penutup, Manaf mengatakan kertas hasil daur ulang dapat digunakan lagi untuk menulis, misalnya sebagai orat oret dan sebagai kertas catatan. Selain itu, fungsinya lebih kapada art paper, yakni sebagai kertas untuk mencetak sertifikat atau post card.

Akademi hijau sendiri, merupakan komunitas yang berdiri sejak tahun 2018 silam. Akademi ini fokus memberikan edukasi kepada anak-anak SD, yang dimulai dari perkotaan seperti SD N 3 Benoa, Badung.