Momentum hari raya Galungan bisa dikatakan waktu yang tepat bagi STT Sila Jaya, Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung untuk mengubah pandangan masyarakat terkait penggunaan kantong plastik ke tas berbahan ramah lingkungan. Pasalnya, ketika itu warga dari seluruh penjuru Nusa Penida, mengunjungi Pasar Mentigi untuk membeli berbagai sarana upacara untuk persiapan hari raya Galungan.

Kesempatan inilah yang dimanfaatkan pemuda dari STT Sila Jaya, Desa Batununggul, Nusa Penida, Klungkung untuk memperkenalkan dan membagikan tas ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Mentigi.

“Nusa Penida sebagai daerah pariwisata yang tengah berkembang, sampah plastik tentu mencederai keindahan lingkungan. Apalagi sampah menjadi masalah pelik dimana-mana, tidak terkecuali di Nusa Penida,” ungkap Ketua STT Sila Jaya, I Dewa Gede Hendradinata.

Menurut Hendradinata, selama ini warga di Nusa Penida masih memanfaatkan kantong plastik dalam kesehariannya, yang justru semakin membuat pelik permasalahan sampah di Nusa Penida. Sehingga, sebagai bentuk kekhawatiran akan ancaman sampah plastik terhadap lingkungan di Nusa Penida, pemuda dari STT Sila Jaya pun merasa tergerak untuk memperkenalkan tas berbahan ramah lingkungan yang masih awam digunakan oleh warga di Nusa Penida.

“Kelanjutan pariwisata dan masa depan lingkungan Nusa Penida, membuat kami tergerak melakukan sesuatu, walaupun gerakan kecil tapi setidaknya memberikan andil besar ke lingkungan,” ucap dia.

Lebih lanjut, Hendradinata menjelaskan para pemuda dengan berpakaian adat madya, berkeliling di Pasar Mentigi. Mereka memberikan pemahaman ke pedagang dan pengunjung pasar tentang bahaya kantong plastik bagi lingkungan, sembari membagikan 200 tas berbahan ramah lingkungan. Seorang pemuda bahkan rela berkostum celuluk dan menarik perhatian pengunjung pasar pada saat itu.

Mengingat ada celukuk berkeliaran di pasar saat siang bolong, sembari membagikan tas berbahan ramah lingkungan. Bukannya membuat takut, justru hal ini sangat menarik untuk para pengunjung pasar.

“Giat seperti bukan gagah-gagahan semata, tapi bentuk kepedulian kita dengan lingkungan. Mudah-mudahan giat ini memberikan dampak yang besar, dan perlahan mengubah paradigma masyarakat, jika penggunaan sampah plastik yang sangat berbahaya bagi lingkungan,” tegas dia.