Akhirnya, Tim Yustisi Perda tentang Pembuangan Sampah Sembarangan menindaklanjuti laporan dan sorotan masyarakat, tentang kumuhnya selokan di Jalan Raya Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali, pada pekan lalu.

Dalam laporan tersebut, Tim Yustisi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar memutuskan untuk mengajak seluruh stakeholder di Desa Singakerta bergotong royong membersihkan kawasan kumuh tersebut.

Sebelum memantau kondisi selokan kumuh tersebut, tim yang terdiri dari DLH Gianyar, Satpol PP Gianyar, Bagian Hukum, Kepala UPTD Laboratorium, Kabit Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 menggelar rapat singkat di pendopo kantor DLH Gianyar. Kemudian, usai rapat, tim yang dipimpin langsung Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra langsung mendatangi lokasi kumuh di jalan nasional tersebut.

Kujus, beberapa anggota dari Pemkab Gianyar, aparatur Desa Singakerta, Bhabinkamtibmas serta Babinsa langsung geleng-geleng kepala saat menyaksikan kekumuhan di lokasi yang berdekatan dengan SPUU Singakerta dan titik kemacetan itu.

“Di pinggir jalan hingga di dalam got sampah plastik hingga limbah domestik yang berbau menyengat, benar-benar mengusik kawasan. Ironisnya, keberadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ada di situ justru hanya jadi pajangan. TPS-nya bersih tak ada sampahnya,” ucap Kujus.

Menurut Kujus dan berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Tidak cuma itu, kondisi ini disebabkan karena para pedagang kaki lima yang berjualan di dekat tempat ini enggan membuang sampah dan sisa minyak goreng ke TPS.

“Pedagang di sini sudah biasa buang sampah dan sisa minyak gorengan ke selokan. Mereka malas buang sampah ke TPS, padahal lokasinya tinggal menyeberang jalan,” kata dia.

Lebih lanjut, Kujus memaparkan bahwa kondisi ini juga diperparah karena kiriman sampah Pasar Desa Sayan yang berada di hulu serta kebiasaan masyarakat yang masih membuang limbah dan sampah rumah tangga ke selokan. Padahal di kawasan tersebut telah ada spanduk larangan buang sampah.

Kujus akan mengajak aparatur Desa Singakerta bergotong royong ikut membersihkan kekumuhan tersebut sebagai upaya agar aparatur desa memiliki kepedulian terhadap lingkungannya.

“Kami akan libatkan seluruh stakeholder di Desa Singakerta bersama DLH untuk membersihkan kawasan kumuh tersebut. Ini langkah awal kami membangun kesadaran. Jika tetap begitu, kami sudah koordinasi pada Satpol PP untuk mengambil tindakan yustisi. Membangun kesadaran itu memang terkadang diperlukan sebuah tindakan tegas. Mudah-mudahan aspek jera menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan,” tegas dia.