Pasikian Pecalang se-Kabupaten Badung, Bali akan menerapkan pengurangan asap rokok dan Tar untuk mendukung pariwisata ramah lingkungan di Bali. Tidak hanya itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan para wisatawan dengan meningkatkan konsumsi produk tembakau alternatif.

I Made Mudra, Ketua Umum Pasikian Pecalang Bali mengaku jika dia mendukung konsep pengurangan resiko produk tembakau melalui produk tembakau alternatif. Menurutnya, konsep ini mampu untuk mewujudkan sustainable tourisme di Bali, khususnya di kabupaten Badung.

“Konsep pengurangan asap rokok dan Tar merupakan bagian dari upaya mewujudkan sustainable tourism di Bali. Tentu saja langkah ini akan mengurangi resiko bahaya produk tembakau konvensional,” kata Mudra.

Dia menambahkan, adanya produk tembakau alternatif yang lebih ramah lingkungan dan rendah resiko ini juga menjadi solusi dan terobosan terbaru guna meningkatkan kualitas udara. Apalagi kebijakan pengurangan bahaya akibat tembakau melalui produk alternatif di wilayah Bali secara tak langsung akan menciptakan kenyamanan bagi para wisatawan.

“Kabupaten Badung sebagai salah satu pusat pariwisata memiliki tantangan dan dinamika tersendiri, khususnya mengenai hal ketertiban, keamanan serta kebersihan bahkan kesehatan,” tambah Mudra.

Di samping itu, Ariyo Bimmo selaku perwakilan Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR) mengatakan bahwa pariwisata yang berkelanjutan memerlukan perkembangan ekonomi masyarakat yang dinamis, lingkungan hidup terjaga serta meningkatnya kesehatan masyarakat.

“Penggunaan tembakau alternatif merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko akibat rokok konvensional. Untuk itu, pemerintah berupaya mengendalikan prevalensi merokok yang diimbangi dengan penyediaan alternatif berikut regulasinya,” ujar Ariyo.

Usai pertemuan ini, Ariyo sangat berharap agar para pecalang memiliki pengetahuan dasar tentang perbedaan antara tembakau alternatif dan rokok konvensional.

“Kepada pemerintah setempat, kami berharap saat menetapkan kawasan bebas asap rokok dibedakan dengan kawasan untuk menggunakan tembakau alternatif (rokok elektrik/vape).” tutup Ariyo.