Mark McGovern selaku Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat sangat tertarik dan memberi dukungan penuh terhadap Peraturan Walikota Denpasar atau Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Kantong Plastik.

“Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik sangat tepat dilakukan oleh Pemkot dalam melakukan penyelamatan lingkungan,” ujar Konjen Amerika Serikat Mark McGovern, saat bertemu dengan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara.

Lebih lanjut, Mark McGovern tidak memungkiri bahwa kalimat ‘No Plastic Bag’ memang telah menjadi isu lingkungan akhir-akhir ini dan patut untuk di contoh bersama. Menurut dia, pihaknya bersedia untuk melakukan kerjasama dalam pengurangan sampah plastik, serta program lain seperti lingkungan, pendidikan hingga teknologi.

Selain itu, Mark McGovern berpendapat bahwa Kota Denpasar dengan visi kebudayaan menjadi inspirasi bagi seluruh dunia dalam menata sebuah kota dan menguatkan akar-akar budaya yang ada di masyarakat. Pasalnya, dia melihat kebersihan Kota Denpasar termasuk jalan-jalannya sudah bersih dan tertata dimana-mana.

“Kami sangat senang dan sangat mendukung Perwali ini, dan berharap Denpasar dapat tetap bersih dan lestari sebagai Ibu Kota Provinsi Bali,” harap dia.

Dalam pertemuan tersebut, Rai Iswara, Sekda Kota Denpasar menjelaskan tentang keberadaan Denpasar yang merupakan kota besar dan Ibu kota Provinsi Bali. Tak lupa, Rai Iswara memaparkan terkait dengan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang secara resmi telah berlaku sejak 1 Januari 2019, setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi sejak Juli 2018 oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar di sejumlah pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga toko kelontong.

“Akan lebih baik ketika masyarakat membawa kantong sendiri ketika berbelanja, jika itu bisa diterapkan bersama tentu akan sangat berdampak positif,” ungkap dia.

Rai Iswara menyampaikan bahwa segala aturan tentang pengurangan sampah plastik  sebenarnya bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Edukasi secara dini kepada anak-anak sekolah, kampanye kreatif tentang pengurangan sampah plastik, hingga pemanfaatan sampah plastik menjadi benda-benda ekonomis.

Perwali ini ada juga bertujuan untuk menindaklanjuti Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga (Jakstranas), yaitu pengurangan sampah sebesar 30% di tahun 2025.