Kawasan hulu terutama hutan yang ada di danau Tamblingan yang menjadi kawasan resapan, harus terus dijaga. Salah satunya adalah dengan melakukan penanaman pohon yang dilakukan pada Minggu (14/07) lalu.

Selain melakukan penanaman ratusan pohon dan aksi bersih sampah plastik, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penebaran benih ikan Nila sebanyak 10.000 ekor ke danau Tamblingan. Turut hadir pada kegiatan ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam kegiatan ini mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali Post, Sampoerna untuk Indonesia, Astra Motor Bali, serta sejumlah sponsor lain, yang telah memprakarsai kegiatan pelestarian lingkungan ini.

Pihaknya sangat berharap bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini, akan semakin banyak lagi orang yang peduli lingkungan dan semakin banyak lagi orang peduli terhadap alam terutama terkait masalah sampah plastik. Dengan demikian, program Gubernur Bali yaitu Nangun Sat kerthi Loka Bali benar-benar bisa diimplementasikan untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup di Bali.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, kawasan danau Tamblingan sejak zaman Belanda, memang sengaja dibuat kebun kopi untuk menjaga ekosistem di kawasan tersebut. Karena menurut Agus, tanaman kopi sendiri merupakan tanaman yang cukup luar biasa sebagai media konservasi untuk hidropolis lahan.

Tapi seperti yang diketahui, saat ini masyarakat lebih banyak memilih untuk kepentingan ekonomi dengan cara menanam bunga dan sayur yang mengakibatkan kawasan tersebut menjadi gundul. Hal tersebut, kata Agus, tentunya akan mengakibatkan kabupaten Buleleng semakin kering karena kawasan resapan semakin berkurang.

Ke depan, untuk mengembalikan kawasan hulu agar tidak gundul, pihak Agus memiliki konsep bagaimana membuat petani agar kembali menanam kopi sambil bisa menikmati pariwisata. Sehingga, kehidupan dari pariwisata nantinya bisa memberikan kontribusi untuk pelestarian lingkungan.

“Dengan semakin lestari lingkungannya, tentu akam semakin ramai kunjungan wisatanya,” ucap Agus.

Selaku kepala daerah di Buleleng, Agus pun akan berupaya untuk menjaga, mengembalikan, melestarikan lingkungan, serta menjaga ekosistem yang ada di kabupaten Buleleng. Mengingat kabupaten Buleleng selain memiliki 32% luas hutan di Bali, Buleleng juga memiliki 7 kawasan hutan desa yang sudah diberikan ijinnya oleh kementerian.

Ekosistem tersebut akan dirawat untuk pemanfaatan dalam rangka mendukung kegiatan kepariwisataan dan lingkungan. Tentu ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun juga harus bersama sama.

“Kami berharap, ke depan akan semakin banyak lagi perusahaan besar untuk ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan,” harap Agus.