Sabtu, 29 Juni 2019 lalu, International Flower Competition (IFC) 2019 digelar kembali di Lapangan Renon, Monumen Bajra Sandhi, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Kendati bertajuk internasional, para peserta dalam kompetisi ini satapun tidak yang ada berasal dari luar negeri. Pasalnya, kompetisi ini hanya akan diikuti oleh masyarakat lokal Bali, terutama dari daerah Gianyar, Buleleng, dan kabupaten lainnya dengan memperebutkan hadiah sebesar Rp 1 miliar untuk satu orang pemenang saja.

Owner Ade Chairani Nursafitri berkata, sebelumnya telah mengadakan Opening Ceremony  pada tahun lalu, tepatnya tanggal 24 Juni 2018, dan diikuti 185 peserta yang tersebar di seluruh Bali.

“Awalnya kita ingin Bali bebas dari sampah plastik. Kemudian muncul ide membuat kompetisi mempercantik pulau ini dengan lomba membuat taman di depan rumah, yang terlihat di jalan,” kata fitri, begitu sapaan akrabnya.

Menurut dia, kompetisi ini juga diperuntukan bagi individu dan bukan untuk bisnis. Dalam kompetisi ini, para peserta tidak dipungut biaya.

“Tujuan dari kompetesi ini untuk keindahan bagi kehidupan masyarakat sambil memperbaiki lingkungan agar terlihat lebih indah dan terawat, serta menjaga kelestarian dari eksistensi lebah,” ungkap fitri.

Sementara itu, menurut pemilik Hanging Gardens of Bali, Nir Paretz, kompetisi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat khususnya di Bali agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara memiliki dan merawat taman bunga dirumah mereka.

“Tujuan diselenggarakan kompetisi ini untuk membawa keindahan, ketenangan hidup dan kelestarian alam bagi kehidupan masyarakat,” ujar Nir.

Nir mengaku bahwa sebenarnya kompetisi ini merupakan bagian dari percobaan yang akan diadakan di kota-kota lainnya di Indonesia bahkan menjangkau skala Internasional. Adapun gagasan awal diadakannya kompetisi ini, berawal dari rasa keprihatinan terhadap tingginya penggunaan sampah plastik di Bali.

“Penggunaan sampah plastik di Bali sudah mengkhawatirkan maka perlu adanya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Bali dalam menghijaukan, mempercantik serta memperindah pulau Dewata,” ucap Nir.

Nir menjelaskan alasan pemilihan Bali sebagai tempat diselenggarakannya kompetisi ini tak lain dan tak bukan adalah karena masyarakat Bali sendiri dalam kesehariannya sering menjadikan bungan sebagai salah satu pelengkap dari ritus keagamaan masyarakat di wilayah berjuluk Pulau Dewata itu.

“Masyarakat Bali sangat kental dengan bunga sebagai ritus keagaman, maka IFC 2019 mengundang masyarakat Bali untuk menciptakan dan memiliki taman bungan yang terawat,” tambah Nir.