Di masa yang akan datang, sampah, terutama sampah plastik menjadi permasalahan krusial yang harus menjadi perhatian dan adanya tindakan nyata dari semua pihak elemen masyarakat baik pemerintah, swasta maupun warga masyarakat berbagai lapisan, guna menghindari bahaya sampah yang bisa ditimbulkan.

Maka dari itu, dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, Pemprov Bali melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali (DLH) melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik di areal Pura Jati, Kintamani, Bangli, pada Februari lalu.

Aksi ini diikuti oleh perwakilan seluruh OPD dilingkungan Provinsi Bali, dan juga melibatkan unsur TNI-POLRI, anggota TP PKK Provinsi, OPD terkait Pemkab Bangli, CSR Swasta serta masyarakat setempat. Selain itu, aksi ini juga turut dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan tempat sampah yang merupakan CSR dari PT. Coca Cola distribusi Bali.

Made Teja selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali dan Ketua Panitia aksi ini menjelaskan bahwa tugas dan kewajiban utama DLH Provinsi Bali hanyalah melakukan penanganan dan pengawasan sampah di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, saat ini dicoba dilaksanakan langsung menyasar ke sektor-sektor fasilitas umum seperti areal Pura, Sungai, Danau, pasar dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk memperhatikan dan memerangi bahaya yang ditimbulkan sampah plastik dalam bentuk aksi nyata bersih-bersih sampah plastik.

Teja mengatakan, selain dalam memperingati Hari Sampah Nasional, aksi yang dilaksanakan sekarang ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 terkait pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai.

“Aksi ini sebagai bahan evaluasi bagi kita sejauh mana sudah menggerakkan masyarakat dan instansi terkait dalam penanganan sampah plastik mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat merugikan bagi alam beserta isinya”, ujar Teja.

Menurut Teja, ke depan aksi seperti ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan guna mewujudkan Bali yang bebas dari sampah plastik.

“Kami berencana melaksanakan aksi seperti ini setiap bulan guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” tegas Teja.

Sementara itu, Dandim 1626 /Bangli Letkol CPN Andy Pranoto M.Sc turut menyampaikan bahwa menjaga alam merupakan tugas dan kewajiban setiap orang, yang bisa dimulai dari diri sendiri dengan melakukan hal yang paling sederhana yakni membuang sampah pada tempatnya maupun membersihkan lingkungan terdekat sekitar kita.

Dir Bimas Polda Bali Kombes Pol. Komang Suardana berpendapat menjaga alam itu merupakan satu konsep yang diwarisi orang Bali sesuai ajaran Tri Hita Karana. Oleh karenanya, kepedulian terhadap alam harus terus ditingkatkan.