Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menggelar Kegiatan Temu Wirasa, di Balai Desa Adat Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Selasa (28/5/2019) lalu.

Acara Temu Wirasa dimulai dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Pujung Sari, Desa Adat Nyanglan. Selain itu, acara Temu Wirasa juga dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pemerintahan Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati, Camat Banjarangkan, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perbekel se-Kecamatan Banjarangkan, Jero Bendesa serta masyarakat setempat.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam lebih ini adalah kegiatan yang bertujuan menyerap aspirasi dari masyarakat untuk memberikan saran maupun kritikan terkait program Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Dari sekian banyak permasalahan yang dibahas dalam acara tersebut, untuk kesekian kalinya, Nyoman Suwirta selaku Bupati Klungkung menyoroti masalah penanganan masalah limbah industri rumah tangga di Desa Nyanglan yang telah berlarut-larut. Suwirta telah menugaskan para petugas Dinas PU agar kembali turun ke lapangan mengecek kondisi limbah.

“Tolong Dinas PU segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi limbah, agar masalah ini cepat segera tuntas dan tidak menimbulkan dampak negatif kepada masyarakat,” tegas Suwirta.

Dalam acara tersebut, Bupati Suwirta juga menjelaskan mengenai program visi dan misi selama masa kepemimpinannya, baik itu di bidang infrastruktur, SDM, kesehatan, pendidikan, kemiskinan maupun program lainnya.

“Program yang sudah berjalan maupun yang belum berjalan, mari bersama-sama gelorakan semangat untuk membangun Pemkab Klungkung kedepan,” kata Suwirta.

Di bidang Kemiskinan, Bupati Suwirta berharap masyarakat yang kurang mampu bisa memanfaatkan program pemerintah yakni program enterpreuneurship masuk desa ini dengan sebaik-baiknya.

“Kumpulkan data masyarakat KK miskin baik yang permanen maupun yang tidak permanen agar mereka bisa mengikuti program ini dengan baik. Langkah ini dilakukan agar nantinya bisa bermanfaat dan bisa menuntaskan masyarakat, khususnya KK miskin,” peintah Bupati Suwirta kepada para Perbekel.

Bupati Suwirta mengharapkan, dalam bidang pendidikan, agar para guru pengajar di masing-masing sekolah selalu bisa memberikan pendidikan karakter sejak dini kepada para siswa. Sarana dan prasarana di sekolah juga harus didata dengan baik.

“Berikan mereka pendidikan karakter sejak dini. Selalu ajarkan sopan santun dan beretika yang baik di dalam kehidupan sehari-hari,” pinta Suwirta.

Di bidang kesehatan, Suwirta ingin data masyarakat JKN-KIS harus dikumpulkan dengan baik serta pelayanan di rumah sakit harus berjalan maksimal.

“Kumpulkan data masyarakat yang belum mempunyai kartu JKN-KIS serta pelayanan di rumah sakit harus selalu berjalan dengan maksimal,” harap Suwirta.

Di bidang pertanian, salah satu program Pemkab yang sudah berjalan yakni Bima Juara harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya agar program ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa ke depannya berjalan maksimal,” kata Suwirta.

Penataan perform desa harus ditata dengan baik. Mulai dari penataan tampilan kebun maupun kebersihannya harus selalu dijaga. Bupati Suwirta meminta agar di masing-masing desa para Bendesa dan Perbekel segera membuat perarem bahaya narkoba dan Kawasan Bebas Rokok (KTR).  Selain itu, bupati Suwirta juga meminta budaya gotong-royong di desa yang harus selau dijaga dengan baik.

“Hal ini dilakukan bertujuan mengantisipasi agar tidak terjadi dampak negatif dan bisa menjaga kerukunan pasemetonan masyarakat,” harap Suwirta.

Dalam sesi bertanya, salah satu penanya bernama Cokorda Gde Brastika Putra menyampaikan masalah pengaspalan jalan, penerangan jalan agar segera bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Masalah penerangan jalan, khususnya di Desa Nyanggelan dan pengaspalan jalan agar segera bisa ditindaklanjuti oleh masyarakat,” ujar dia.

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Bupati Suwirta. Bupati Suwirta mengaku sudah menugaskan Dinas terkait segara menindaklanjuti penerangan maupun pengaslapan jalan. Namun, belum ada tindaklanjut.

“Segera invertarisir dan kaji dengan baik masukan masyarakat ini sesuaikan dengan anggaran yang sudah ditentukan,” pinta Suwirta kepada masing-masing OPD yang membidangi.