Sudah sejak lama di Bali, sampah-sampah plastik banyak yang dibuang begitu saja hingga terjadi penumpukkan. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi banyak kalangan masyarakat. Tak ketinggalan juga rasa khawatir itu dirasakan oleh Blue Bear Bali. Blue Bear Bali sendiri merupakan taman skateboard di Sayan, Ubud.

Komang Priatna Suardi selaku Direktur Blue Bear Bali mengatakan sampah plastik yang banyak berserakan membahayakan bagi lingkungan. Oleh karena itu, pihaknya berkeinginan membantu untuk meminimalisir pembuangan sampah plastik sembarangan melalui program yang bernama “Waste for Skate.”

Program ini memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin bermain skateboard secara gratis. Caranya pun sangat sederhana sekali yaitu dengan menukarkan 10 item sampah plastik untuk kesempatan bermain sepuasnya selama sehari.

“Untuk tiket masuk Rp 30 ribu sepuasnya, tapi jika membawa 10 sampah plastik, pengunjung bisa main skate secara gratis,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini olahraga skateboard mulai banyak ditekuni generasi milenial. Untuk menggugah para milenial ini lebih peduli pada lingkungan inilah digagas program menukar sampah dengan bermain skateboard.

Bersama pihak yang terkait dengan taman ini, dia  ingin memberikan edukasi dan menggugah kepedulian anak-anak terhadap lingkungan, terutama sampah plastik. Salah satunya melalui program skateschool, yang sebagian besar pesertanya adalah anak-anak di bawah umur. Dan tidak perlu khawatir, fasilitas di Blue Bear relatif aman sebab konstruksinya dikerjakan oleh De’en Skatepark Co Bali, yang telah berpengalaman di bidang ini sejak 2004.

Melalui program ini, menurut survei yang dilakukannya, animo anak-anak untuk menukarkan sampah agar bisa bermain skateboard gratis cukuplah besar. Terbukti selama 2 bulan soft opening, skatepark ini mampu mengumpulkan ribuan unit sampah plastik.

“Sampah plastik yang terkumpul akan diserahkan ke Yayasan Sayan Hidup. Jadi tidak kami jual,” ungkapnya.

Dia menambahkan gerakan ramah lingkungan ini merupakan upaya untuk ikut serta mengampanyekan penanggulangan sampah plastik yang gencar disuarakan pemerintah. Selain upaya meminimalkan sampah plastik, skatepark yang berlokasi di Sayan, Ubud itu juga mencari bibit baru atlet skateboard.

“Dengan program waste for skate ini diharapkan ada kesadaran dari generasi milenial untuk lebih peduli lingkungan. Saya juga berharap melalui adanya taman seluas 11 are untuk berlatih, bibit baru atlet skateboard bisa muncul.” tambahnya