Bulan Februari lalu, PT Tirta Investama, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) merek Danone- Aqua, meluncurkan kemasan botol plastik 100% daur ulang di Bali.  

Sebelumnya, pada 29 Oktober 2018 lalu, perusahaan ini juga telah melakukan soft launching kemasan botol minuman perdana yang 100% berbahan recycled polyethylene therepthalate (rPET) atau PET daur ulang, di sela acara Our Ocean Conference (OOC) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Karyanto Wibowo selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia mengatakan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari implementasi #bijakplastik yang diluncurkan Danone- Aqua pada pertengahan 2018 lalu.

“Komitmen ini fokus pada tiga pilar untuk menjawab tantangan sampah plastik di Indonesia,” ujar dia.

Dia menambahkan, Bali adalah pilihan yang tepat sebagai tempat untuk merilis kegiatan ini. Pasalnya, Bali memiliki konsen cukup tinggi soal sampah plastik.  Melalui program inilah, kata dia, Danone-Aqua menargetkan pada tahun 2025 mendatang akan menggunakan 50% kemasan berbahan daur ulang.

Pihak perusahaan juga telah melakukan pengumpulan sampah plastik di masyarakat untuk menyukseskan program tersebut. Terbukti dari setiap tahunnya perusahaan mengumpulkan 12.000 ton sampah plastik yang kemudian diolah menjadi kemasan daur ulang.

Produk kemasan air minum Danone-Aqua dengan plastik daur ulang akan dipasarkan mulai Februari 2019 dan akan tersebar ke sejumlah minimarket, hotel dan department store.

Stop pengunaan botol plastik

Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua penghasil sampah plastik terbanyak di dunia. Karena itu, dia mengatakan dibutuhkan langkah konkrit untuk mengurangi sampah plastik.

Menurut dia, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah mengurangi pemakaian botol plastik dengan membawa botol minuman sendiri.

“Memang pandangan tentang bagaimana sampah plastik menjadi sekarang masalah di dunia. Kita nomor 2 yang pembuat sampah plastik (terbesar) setelah China. Karena itulah maka harus juga diinovasi plastik yang sekali pakai itu, salah satunya (botol) minum,” jelas beliau.