Pada bulan Februari lalu, aksi pungut sampah yang merupakan bagian dari gerakan Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice) kembali digelar di wilayah pantai-pantai Bali.

Tahun ini, kegiatan bersih-bersih pantai tersebut digelar di tujuh wilayah di Bali termasuk di Kota Denpasar. Beberapa pantai yang menjadi lokasi lainnya adalah Pantai Double Six Seminyak, Pantai Berawa, Pantai Kuta, Pantai Lovina, dan masih banyak lagi.

Gerakan Satu Pulau Satu Suara yang dibentuk pada tahun 2017 oleh sekelompok LSM dan individu ini bertujuan untuk menyelenggarakan pembersihan pantai terbesar di Bali. Dalam kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut terdapat 12 ribu orang di 55 lokasi yang berbeda dan telah berhasil mengumpulkan 40 ton sampah dari berbagai titik lokasi.

Pada tahun 2018 lalu, kegiatan bersih-bersih pantai ini dilakukan dan mendapat respon yang sangat besar. Aksi bersih-bersih terseut diikuti oleh kurang lebih 20 ribu orang di 120 lokasi dan mengumpulkan 65 ton plastik.

Tentunya, adanya aksi bersih-bersih di pantai seperti ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi semua pihak. Mulai dari wisatawan, pelaku pariwisata, maupun masyarakat Bali sendiri. Hal ini dikarenakan sejumlah pantai di Bali merupakan tempat yang biasa dipakai untuk upacara keagamaan tiap tahunnya.

Sementara, Pemerintah Provinsi Bali sendiri sangat merespon positif kegiatan ini.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun dan menyasar bukan hanya pantai saja,” ujar I Made Teja selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Aktivitas pungut sampah di pantai ini juga turut diikuti oleh sejumlah sekolah, baik dari tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah. Dengan memberikan pengetahuan mengenai bahaya sampah plastik dari usia dini diharapkan mampu mengurangi pemakaian plastik. Pasalnya setiap tahun, sekitar 8 juta ton plastik berakhir di lautan. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 60 ton per menit pada 2050.

Upaya mengurangi penggunaan plastik pun terus dilakukan, tak terkecuali di Bali. Akhir tahun lalu saja, Pemerintah Provinsi Bali merilis Peraturan Gubernur Bali (Pergub) No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Dalam Pergub ini ada tiga bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik yang dilarang yaitu kantong plastik, polysterina (styrofoam), dan sedotan plastik. Dengan adanya Pergub ini pemerintah Bali menargetkan mengurangi sampah plastik hingga 60-70% dalam setahun.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini melibatkan sejumlah komunitas dan pelaku pariwisata di Bali. Komunitas yang terlibat antara lain Komunitas Merah Putih Hijau, Canggu Community School, hingga Bye Bye Plastic Bag. Sementara itu, perusahaan multinasional yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman seperti Danone juga turut serta dalam kegiatan bersih-bersih pantai ini.