Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menyampaikan bahwa pemerintah telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional untuk mengurangi 70 persen sampah plastik pada 2025. Dia menjlaskan bahwa rencana tersebut disusun atas sejumlah langkah. Salah satunya adalah degan menarik iuran tambahan ke para turis untuk penanganan sampah di tempat pariwisata.

“Mungkin akan kita bikin pungutan berapa dolar per turis itu, kalau datang di sana. Uang itu akan kita gunakan untuk pembersihan,” ungkap Luhut.

Pilot projects dari kebijakan tersebut akan dilakukan di Bali yang memiliki banyak destinasi wisata dan dibanjiri turis mancanegara.

“Nanti akan ada rapat dengan Gubernur Bali. Lagi nunggu sekarang orangnya,” imbuh Luhut.

Dia juga menambahkan bahwa nantinya pungutan kebersihan itu bakal dirumuskan dalam Perpres Waste to Energy yang tengah dirancang pemerintah.

“Mungkin akan kita bikin pungutan berapa dolar per turis itu, kalau datang di sana. Kita berharap (dengan aturan ini) dalam 2 tahun ke depan ada perubahan drastis,” ucapnya.

Selain di Bali, iuran kebersihan yang diambil dari tiap turis tersebut bakal diterapkan di kota-kota lain yang memiliki potensi pariwisata. Namun pengelolaan dana tersebut akan diserahkan ke masing-masing daerah.

 “Ya dong semua (yang kelola) daerah. Kami hanya kan bangunkan sistem mereka,” jelas Luhut.