Ada yang baru mengenai kebijakan di Bintang Supermarket Ubud, Bali. Supermarket ini menerapkan kebijakan untuk tidak lagi menyediakan kantong plastik sekali pakai bagi pelanggannya. Kebijakan tersebut dilakukan setelah larangan kantong plastik sekali pakai yang dikeluarkan pemerintah daerah pada awal tahun.

Tetapi, tidak hanya itu saja. Pasar swalayan ini juga tidak mengemas sayuran segar dengan kemasan plastik, melainkan dengan daun pisang yang diikat tali bambu.

“Sudah satu bulan kami menggunakan daun pisang untuk mengemas sayuran segar,” kata I Wayan Budiono selaku asisten manajer toko yang dilansir dari laman kumparan.

Dikatakan I Wayan Budiono, ide tersebut muncul karena pelarangan kantong plastik sekali pakai.

“Kami mendapat banyak tanggapan positif karena tidak lagi menyediakan kantong plastik sekali pakai. Maka dari itu, kami memutuskan untuk meminimalkan penggunaan plastik dalam produk yang dijual,” tuturnya.

I Wayan Budiono menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah membuang selotip plastik dan pembungkus plastik yang biasa digunakan untuk mengikat sayuran segar. Sebagai gantinya, pihak toko memanfaatkan daun pisang dan tali bambu.

“Daun pisang membuat kemasannya terlihat lebih segar,” ujarnya.

Walau begitu, hal tersebut belum diterapkan pada semua produk segar toko.

“Ini hanya permulaan. Perlahan tapi pasti, kami berusaha meminimalkan penggunaan plastik sebanyak mungkin. Beberapa produk masih membutuhkan kemasan plastik agar tetap segar dan bersih. Tapi, kami berusaha sebaik mungkin untuk menemukan solusi yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, pada Desember 2018, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengeluarkan peraturan untuk membatasi penggunaan plastik, khususnya kantong plastik sekali pakai. Di antaranya adalah styrofoam dan sedotan plastik. Pada Juli mendatang, peraturan tersebut akan diberlakukan dengan tegas.