Pada Rabu (6/3/2019) lalu, sejumlah pemuda dari Banjar Bunyuh, Desa Perean Kauh, Tabanan melakukan kegiatan bersih-bersih pasca prosesi pengerupukan.

I Made Kriswinanda Putra selaku Ketua Sekaa Teruna Banjar Bunyuh mengatakan bahwa aksi bersih-bersih ini dilakukan secara bergotong-royong. Selain untuk kebersihan lingkungan, aksi ini juga untuk menyuarakan darurat sampah plastik bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap, kegiatan ini mampu memberikan atmosfir positif untuk membuka mindset masyarakat tentang darurat sampah plastik. Termasuk agar mampu menyadari berapa pentingnya kita menjaga lingkungan,” ujar Kriswinanda.

Menurut Kriswinanda, edukasi terkait bahaya sampah plastik perlu ditanamkan sejak dini. Terlebih lagi, saat ini, adanya dampak global warming yang mengharuskan manusia sadar untuk menjaga bumi.

“Meskipun kegiatan ini dilakukan secara spontanitas, namun tetap tidak mengurangi esensinya untuk menjaga lingkungan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemuda Banjar Bunyuh, Desa Perean Kauh, Tabanan ini juga mengikuti prosesi pengerupukan dengan menampilkan fragmentari ogoh-ogoh berjudul “Badra Wada”.

Para pemuda yang terlibat pun antusias untuk menghibur masyarakat.

Adi Mardangga, sang inisiator kegiatan mengungkapkan ada pesan mendalam dari pementasan tersebut yaitu ihwal pemimpin yang mampu mengayomi masyarakatnya.

“Semoga ke depan Perean mampu berdaya saing dengan mengangkat potensi-potensi yang ada, termasuk dalam berkesenian. Apalagi tahun depan desa perean bisa menggelar festival budaya,” ujar pria yang juga pemilik Sanggar Seni Saronca, Perean, Tabanan ini.